ITCFB | IT Center for the Blind
http://itcfb.org/mengenal-perbedaan-varian-rom-pada-smartphone-xiaomi/
Export date: Mon Jan 22 22:26:37 2018 / +0000 GMT

Mengenal Perbedaan Varian Rom pada Smartphone Xiaomi


Sobat IT, Xiaomi menjadi salah satu merk smartphone yang saat ini cukup digandrungi oleh banyak orang, termasuk di Indonesia. Spesifikasi yang andal bersanding dengan harga yang bersahabat menjadi daya tarik tersendiri dari produk-produk keluaran perusahaan asal China ini.

 

Namun, ada hal penting yang harus diketahui oleh pengguna –atau calon pengguna- produk smartphone keluaran Xiaomi, yakni mengenai varian Rom yang digunakan. Berbeda dengan smartphone keluaran vendor lain yang biasanya hanya memiliki satu varian Rom (terlepas dari Custom Rom), Xiaomi memiliki beberapa varian Rom. Perbedaan varian Rom yang terpasang di smartphone Xiaomi tentu saja berpengaruh pada fitur dan kinerja yang dihasilkan. Dalam tulisan kali ini, penulis akan mencoba menjelaskan tentang perbedaan yang terdapat pada masing-masing varian Rom.

 

  1. Rom Global


 

Rom Global adalah Rom yang resmi dibuat oleh Xiaomi untuk tujuan pemasaran ke berbagai negara. Rom Global mendukung banyak bahasa dan tidak mengandung aplikasi-aplikasi yang tidak berguna. Kinerja dari Rom Global pun tak perlu diragukan, karena pihak Xiaomi akan senantiasa memberikan update secara berkala. Jika sobat membeli smartphone Xiaomi melalui jalur resmi, maka sobat akan mendapatkan smartphone Xiaomi yang menggunakan Rom Global.

 

Namun, ada kekurangan pada Rom Global yang akan dirasakan oleh pengguna beberapa smartphone Xiaomi tipe tertentu. Karena terbentur dengan aturan TKDN di Indonesia, beberapa tipe smartphone Xiaomi yang menggunakan Rom Global tidak bisa menggunakan jaringan 4G. Jika ingin merasakan jaringan 4G, pengguna harus berpindah ke Rom China atau memodifikasi bagian tertentu pada Rom Global tersebut (penulis akan mencoba membahasnya di lain kesempatan).

 

  1. Rom China


 

Rom China adalah Rom yang dibuat oleh Xiaomi untuk pemasaran di negara asalnya, yaitu China. Namun, ada juga smartphone Xiaomi yang dipasarkan di Indonesia yang menggunakan Rom China agar fitur 4G dapat digunakan. Sama halnya dengan Rom Global, stabilitas Rom China pun tak perlu diragukan karena pihak Xiaomi akan merilis update secara berkala. Kekurangan dari Rom China adalah banyaknya aplikasi berbahasa China yang terinstall secara default (meskipun aplikasi-aplikasi ini bisa dihapus). Selain itu, Rom China tidak menyertakan aplikasi Google (pengguna harus menginstall aplikasi-aplikasi buatan Google secara manual). Bahasa yang tersedia pun terbatas (hanya bahasa China, Inggris, dan beberapa bahasa lain).

 

  1. Rom Developer


 

Rom Developer adalah Rom yang dibuat oleh Xiaomi untuk kepentingan para developer (pengembang). Rom Developer ini juga bisa disebut sebagai Rom Beta. Rom Developer ini juga terbagi menjadi dua versi, yaitu Rom Developer versi Global dan Rom Developer versi China. Perbedaannya sama seperti yang telah penulis jelaskan di poin sebelumnya.

 

Karena Rom Developer ini diperuntukkan bagi para pengembang, sudah pasti akan terdapat beberapa error karena Rom Developer ini bertujuan untuk pengembangan Rom versi berikutnya. Namun, di balik itu semua, pengguna Rom Developer akan merasakan fitur-fitur yang belum dirilis ke publik karena Xiaomi akan memberikan update lebih cepat untuk Rom Developer.

 

  1. Rom Distributor


 

Varian Rom ini adalah varian yang paling dibenci oleh pengguna smartphone Xiaomi. Pasalnya, Rom distributor ini bukanlah Rom resmi (official) yang dibuat oleh pabrikan Xiaomi, melainkan Rom yang dibuat oleh supplier masing-masing negara (termasuk Indonesia). Masalahnya, pembuat Rom distributor ini biasanya akan menyelipkan iklan (adware), aplikasi-aplikasi yang kurang berguna (bloatware), bahkan virus. Dari sisi kinerja, Rom distributor akan banyak mengalami error (bug) sehingga kinerjanya pun akan tidak stabil. Error yang muncul misalnya aplikasi yang menutup sendiri (force close), baterai yang boros, suhu smartphone yang cepat panas, dan sebagainya. Selain itu, Rom distributor juga tidak akan mendapatkan update resmi dari Xiaomi karena Rom distributor ini hanya dikembangkan satu kali untuk satu tipe smartphone.

 

Satu cara yang paling mudah untuk mengenali Rom distributor adalah nomor versi yang tidak wajar. Versi Rom global atau Rom China akan menggunakan empat deret angka (misalnya MIUI 8.0.7.0), sedangkan versi Rom distributor akan menggunakan lebih dari empat angka (misalnya MIUI 8.0.3.0.0). Untuk mengetahui versi Rom yang digunakan, silahkan masuk ke menu Setelan/Settings -> Tentang Ponsel/About Phone.

 

Lalu muncul pertanyaan, mengapa Rom distributor ini dibuat? Jawabannya, karena kebanyakan smartphone buatan Xiaomi masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi. Hal ini karena Xiaomi belum bisa memenuhi syarat TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, yaitu ponsel yang menggunakan jaringan 4G harus memenuhi kandungan lokal sebanyak 30%.

 

Pertanyaan berikutnya, Rom manakah yang seharusnya digunakan? Saran penulis, untuk sobat yang hanya akan menggunakan smartphone Xiaomi untuk kebutuhan sehari-hari, gunakanlah Rom Global atau Rom China. Tetapi, jika sobat menyukai tantangan atau sobat adalah seorang pengembang aplikasi yang sudah terbiasa dengan seluk-beluk Android dan segala macam error/bug di dalamnya, sobat bisa menggunakan Rom Developer. Jangan menggunakan Rom distributor karena akan menyebabkan kinerja yang tidak stabil pada smartphone Xiaomi yang sobat gunakan.

 

Mengenai bagaimana cara mengganti Rom distributor menjadi Rom Global, penulis akan mencoba membahasnya di lain kesempatan.

 

Semoga bermanfaat.
Post date: 2017-01-19 23:11:46
Post date GMT: 2017-01-19 16:11:46

Post modified date: 2017-01-19 23:15:58
Post modified date GMT: 2017-01-19 16:15:58

Export date: Mon Jan 22 22:26:37 2018 / +0000 GMT
This page was exported from ITCFB | IT Center for the Blind [ http://itcfb.org ]
Export of Post and Page has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from www.ProfProjects.com