ITCFB | IT Center for the Blind
http://itcfb.org/serba-serbi-seputar-pengisian-daya-baterai-smartphone/
Export date: Wed Apr 25 5:02:04 2018 / +0000 GMT

Serba-Serbi Seputar Pengisian Daya Baterai Smartphone


Sobat IT, dewasa ini tak bisa dipungkiri bahwa smartphone menjadi bagian yang hampir tak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Namun, smartphone tak akan ada gunanya jika kehabisan daya baterai. Oleh karena itu, charger juga tak boleh luput dari perhatian pengguna smartphone.

 

Lalu muncul pertanyaan, bolehkah mengisi daya baterai smartphone dengan charger yang bukan bawaan dari smartphone tersebut? Bolehkah mengisi daya baterai dengan Port USB dari PC atau Laptop, atau menggunakan powerbank?

 

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan penulis coba jabarkan secara tuntas dalam tulisan ini.

 

  1. Bolehkah Mengisi Daya Baterai Smartphone dengan Charger Smartphone Merk Lain?


 

Penulis asumsikan bahwa sobat sedang bepergian ke suatu tempat dan lupa membawa charger sehingga sobat terpaksa meminjam charger orang lain untuk mengisi daya baterai smartphone sobat. Bolehkah hal tersebut dilakukan?

 

Jawabannya boleh. Tetapi, ada beberapa catatan penting yang harus diingat. Charger yang digunakan harus charger yang benar-benar original dari merk smartphone yang bersangkutan, dan charger tersebut harus memiliki Ampere yang sama atau boleh juga lebih tinggi dari charger bawaan smartphone sobat. Misalnya, sobat memiliki smartphone merk X dengan arus 1 Ampere, kemudian sobat menggunakan charger original dari smartphone merk Y dengan arus 2 Ampere. Itu tidak akan jadi masalah, karena smartphone akan menyesuaikan arus yang masuk dengan hanya menerima arus sebesar 1 Ampere, sesuai dengan kebutuhan smartphone tersebut.

 

yang berbahaya adalah jika Voltase Charger yang digunakan lebih besar. Namun, sobat tidak perlu khawatir, karena kebanyakan Charger Smartphone sekarang menggunakan Hasil Output sebesar 5 Volt.

 

Lalu muncul pertanyaan berikutnya, apakah ada efek samping dari penggunaan charger dengan Ampere yang lebih tinggi? Banyak yang mengira hal tersebut bisa mempercepat pengisian baterai, atau bahkan merusak baterai. Pendapat tersebut tidak benar. Sirkuit Listrik pada smartphone hanya memasukkan Arus yang memang dibutuhkan saja. Namun, ada juga beberapa smartphone yang memang dirancang untuk menerima Arus lebih tinggi, sehingga pengisian akan menjadi lebih cepat tapi tetap aman.

 

  1. Bolehkah Mengisi Daya Baterai Smartphone dengan Charger yang Ampere-nya Lebih Rendah?


 

Hal seperti ini sangat tidak dianjurkan. Proses pengisian daya akan jauh lebih lama dan arus yang diterima akan tidak seimbang.

 

  1. Bolehkah Mengisi Daya Baterai Smartphone dengan “Charger Kodok”?


 

Charger kodok alias charger portable alias charger universal sangat tidak dianjurkan untuk digunakan. Charger jenis ini tidak bisa mengendalikan arus listrik yang masuk ke baterai. Selain itu, jika kita menggunakan charger kodok, kita tidak dapat mengetahui kapan daya baterai penuh dan harus dicabut. Efek terburuk dari penggunaan charger jenis ini adalah bocornya baterai, bahkan bisa menyebabkan baterai meledak atau terbakar.

 

  1. Bolehkah Mengisi Daya Baterai Smartphone dengan Port USB di PC atau Laptop?


 

Jawabannya boleh apabila kondisi sangat mendesak, misalnya tidak ada socket listrik untuk mencolokkan charger. Port USB pada sebuah PC atau laptop hanya mengeluarkan Arus sebesar 0.5 Ampere. Smartphone model terbaru biasanya memiliki dua model pengisian daya, yaitu menerima arus 2 Ampere dan 0.5 Ampere, sehingga Sirkuit pada Port Charger bisa menyesuaikan berapa besar Arus yang dapat diterima.

 

  1. Bolehkah Mengisi Daya Baterai Smartphone Dengan Powerbank?


 

Hal pertama yang harus diketahui, Powerbank adalah satu atau beberapa baterai yang dirangkai sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk mengisi baterai smartphone. Logikanya, arus yang dihasilkan oleh baterai-baterai tersebut tentu saja tidak terlalu stabil jika dibandingkan dengan arus yang dihasilkan oleh socket listrik. Penggunaan powerbank dalam jangka panjang dan terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada baterai smartphone sobat. Jadi, gunakanlah powerbank hanya pada saat-saat mendesak saja.

 

Hal lain yang juga perlu diingat, sekarang banyak bermunculan powerbank abal-abal dengan menggunakan merk terkenal dan menawarkan kapasitas yang sangat besar untuk menarik perhatian konsumen. Powerbank semacam ini tentu saja sangat tidak dianjurkan untuk digunakan. Kapasitas sangat besar tersebut belum tentu kapasitas yang sebenarnya. Kita tidak pernah tahu komponen baterai seperti apa yang digunakan untuk membuat powerbank abal-abal tersebut. Jadi, jika sobat ingin membeli powerbank, belilah powerbank di toko-toko yang sudah terpercaya dan terjamin kredibilitasnya atau di gerai-gerai resmi dari produsen powerbank tersebut.

 

  1. Bolehkah Mengisi Daya Baterai Smartphone dengan Charger Abal-Abal?


 

Suatu hari, charger bawaan smartphone sobat rusak dan sobat memutuskan untuk membeli charger baru. Kemudian sobat menemukan charger dengan merk yang sama dengan merk smartphone sobat, namun dengan harga yang sangat murah. Bolehkah charger tersebut dibeli dan digunakan? Jawabannya mutlak tidak boleh. Sama seperti powerbank abal-abal, kita tidak pernah tahu komponen seperti apa yang digunakan dalam charger abal-abal tersebut. Arus listrik yang dihasilkan pun berpotensi tidak stabil.

 

Sedikit cerita, smartphone milik seorang teman penulis pernah mengalami kerusakan lantaran sering mengisi daya dengan charger abal-abal. Awalnya, baterai smartphone tersebut bocor. Lama-kelamaan, kerusakan bertambah parah karena IC charger pun ikut bermasalah. Gejala kerusakannya adalah pengisian daya yang sangat lama. Karena penasaran, akhirnya penulis mencoba sendiri menggunakan smartphone tersebut.

 

Langkah awal yang penulis lakukan adalah membeli baterai dan charger original di service center resmi dari smartphone tersebut. Kemudian, penulis mulai melakukan pengisian daya. Pada jam 10 pagi, daya baterai smartphone tersebut ada di posisi 22%. Normalnya, baterai smartphone akan terisi penuh setelah kurang lebih 3 jam pengisian daya. Namun, sampai jam 5 sore daya baterai tersebut baru terisi sampai 89%. Begitulah kurang lebih efek penggunaan charger abal-abal.

 

Setelah membaca tulisan ini, penulis harap sobat dapat lebih memperhatikan dan merawat smartphone yang sobat miliki agar tetap awet dan tidak cepat rusak. Jangan sampai smartphone yang sobat miliki rusak hanya karena cara pengisian daya baterai yang salah.
Post date: 2017-09-06 22:32:30
Post date GMT: 2017-09-06 15:32:30

Post modified date: 2017-09-06 22:32:30
Post modified date GMT: 2017-09-06 15:32:30

Export date: Wed Apr 25 5:02:04 2018 / +0000 GMT
This page was exported from ITCFB | IT Center for the Blind [ http://itcfb.org ]
Export of Post and Page has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from www.ProfProjects.com